DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Balita | Dec 8, 2016

Perlukah Anak Masuk Sekolah PAUD Terlalu Dini?

Bagikan


Dulu, pendidikan formal paling awal untuk anak-anak adalah sekolah dasar (SD) yang bisa dimulai sejak umur enam tahun. Setelah itu, anak usia 4-5 tahun bisa mulai bersekolah di taman kanak-kanak (TK). Sekarang, balitapun sudah bisa disekolahkan di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang juga dikenal dengan sebutan kelompok bermain alias playgroup.

Setiap orang tua tentu ingin memiliki anak yang cerdas dan ceria. Otak anak memang memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap kata-kata, sehingga pada periode yang disebut golden age ini anak bisa banyak mempelajari hal baru. Karena itu, sekarang banyak orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah dalam usia yang sangat muda. Namun, apakah anak sudah benar-benar siap?

Utamakan kesiapan mental dan kemauan anak

Banyak orang tua beranggapan bahwa karena kemampuan otak anak dalam menyerap kata-kata luar biasa, maka mendaftarkan anak ke sekolah sedini mungkin akan lebih baik. Padahal, seharusnya orang tua memerhatikan kesiapan mental dan kemauan anak-anaknya terlebih dulu, apakah anak-anak merasa nyaman atau malah tertekan dengan bersekolah terlalu awal?

Bersabarlah dalam melihat perkembangan anak

Untuk mengetahui apakah anak sudah siap bersekolah, Anda perlu memerhatikan perkembangan anak. Hal ini memerlukan kesabaran. Jadi, jangan terburu-buru mengikuti ego Anda untuk memasukkan anak ke playgroup terlalu dini, ya, Ma.

Cari tahu apa yang dibutuhkan anak

Jika Anda berpikir bahwa menyekolahkan anak terlalu dini akan membuat anak Anda selangkah lebih maju dan lebih cerdas daripada anak lain dalam menyerap pengetahuan saat mereka masuk SD, sebaiknya kesampingkan ego Anda. Coba pikirkan lagi, apa yang sebenarnya dibutuhkan anak saat ini? Bermain bersama anggota keluarga atau masuk ke lingkungan baru bersama orang-orang yang masih asing untuknya? Menyekolahkan anak terlalu dini dapat Anda lakukan jika mereka memang sudah siap.

"Di sekolah, anak bisa belajar sambil bermain, kok"

Anggapan ini memang benar, tapi apakah mereka sudah membutuhkan sekolah di usia semuda ini? Rumah adalah tempat yang paling tepat untuk mendidik anak usia dini. Peran orang tua sangat penting dalam mengasuh dan mengajari anak sopan santun sekaligus bermain bersama dan bercerita. Hal ini dapat merangsang perkembangan otak anak. Itulah pendidikan yang tepat untuk mereka.

Penerapan aturan di sekolah

Pernahkah Anda memerhatikan kegiatan yang dilakukan di sekolah? Pada umumnya, sekolah akan menyuruh anak melakukan kegiatan bersama-sama. Padahal, anak berusia di bawah lima tahun biasanya belum dapat berkomunikasi dengan baik. Jika demikian, sekolah justru akan membuat anak menjadi takut, berdiam diri, dan menangis.

 

Menurut Psikologi Indonesia, menyekolahkan anak terlalu dini dapat menyebabkan BLAST (bored, lonely, angry/afraid, stress, tired) pada anak yang bisa berdampak buruk bagi perkembangannya. Waktu yang tepat untuk menyekolahkan anak adalah saat anak telah menunjukkan minatnya untuk bersekolah dan telah siap masuk dalam lingkungan baru. Jadi, apakah Anda akan tetap menyekolahkan anak di PAUD atau playgroup di usia yang terlalu muda?

 

(DA)

Bagikan

Artikel Terkait