DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Gaya Hidup | Mar 26, 2016

Perlukah Berteman dengan Mantan?

Bagikan


Ada banyak faktor yang menyebabkan hubungan tidak berhasil. Bisa saja karena LDR, pikiran yang tidak lagi sama, atau memang sudah saling jenuh. Tetap stay in touch dengan mantan menurut Anda adalah hal baik, tetapi tidak menurut para ahli. Bahkan jika keputusan itu adalah keputusan berdua, salah satu orang pasti memiliki perasaan yang lebih kuat dan dalam. Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika tiga situasi "ramah" ini terjadi.

 

Lingkungan Pertemanan yang Sama

Pasca putus, menghindari mantan memang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan apalagi jika Anda dan si dia memiliki lingkungan pertemanan yang sama. Pastikan Anda memilih topik apa yang pantas dibahas dan tidak ketika tak sengaja bertemu dengannya. Bersiap di awal untuk memilih topik pembicaraan akan menghindari Anda untuk terjatuh pada nostalgia.

 

Hangout Bareng

Jika sang mantan mengundang Anda untuk makan atau sekadar jalan bersama, pikirkan lagi apa keuntungannya bagi Anda. Jika Anda berniat untuk rujuk atau meninggalkan masa lalu, beritahu si mantan agar tidak terjadi salah paham. Ketika Anda terlalu banyak menghabiskan waktu dengan mantan, Anda secara tidak sadar sedang membuang kesempatan untuk berkembang dan menutup kemungkinan orang baru datang ke kehidupan Anda. Jalan bareng lagi boleh saja, asal tidak ada ekspektasi apapun.

 

Terseret Nostalgia

Saat sedang jalan bersama mantan, ada kemungkinan amat besar bahwa Anda akan kembali bernostalgia dengan masa lalu dan malah berakhir dengan make out yang tidak direncanakan. Jika ini benar-benar sampai terjadi, jangan gegabah untuk mengambil langkah selanjutnya. Anda perlu waktu menyendiri untuk memikirkan mengapa hal tersebut bisa sampai terjadi. Apakah Anda dan mantan hanya terbawa suasana? Apakah Anda dan mantan menginginkan kesempatan kedua? Apapun keputusannya, bicarakan dengan si mantan pada saat pikiran Anda berdua sudah sama-sama jernih.

 

Di samping itu, memang ada baiknya menjaga silahturahmi dengan siapa saja termasuk sang mantan. Namun, pikirkan kembali seberapa dekat jarak hubungan itu mau Anda bina. Apalagi jika saat ini Anda sudah punya gandengan baru. Anda tetap harus memikirkan perasaan satu sama lain, ya.

Sumber foto: shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait