Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Keamanan Bayi | Dec 13, 2016

Perlukah Menggunakan Car Seat untuk Bayi di Mobil?

Bagikan


Sekilas, sepertinya bukan hal sulit bepergian bersama bayi menggunakan mobil. Banyak orang tua masih berpikir bayi yang bertubuh kecil cukup aman dalam pangkuan dan dekapan. Faktanya, cara ini tidak aman. Alasannya? Saat terjadi kecelakaan, hentakan keras dapat membuat tubuh bayi terjepit tubuh orang dewasa yang menggendongnya, atau justru terlempar ke depan. Sabuk pengaman yang tidak dirancang untuk tubuh anak-anakpun bisa menimbulkan risiko bayi tercekik.

Untuk keamanan si buah hati saat bepergian dengan mobil, gunakan car seat. Selain aman karena dirancang khusus agar tidak menempel permanen ke mobil, mendudukkan bayi pada car seat akan melatih kemandirian bayi karena ia akan belajar duduk sendiri di dalam mobil.

Berdasarkan jenisnya, car seat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu (1) infant car seat untuk bayi usia 0-1 tahun, dengan berat badan maksimal 10 kg yang dirancang agar dapat diputar sampai 45 derajat, (2) toddler car seat yang dirancang untuk balita usia 1-4 tahun dengan berat badan antara 10-20 kg, serta (3) young children car seat, yang dapat digunakan untuk anak usia 4-8 tahun dengan berat badan lebih dari 20 kg. Baca dan pahami petunjuk penggunaan car seat, simpan petunjuk penggunaan di dalam mobil, dan lakukan hal berikut saat menggunakan car seat:

1. Cek berat badan anak

Ada jenis car seat yang bisa menahan berat badan sampai 9 kg dan biasanya diperuntukkan bagi bayi. Ada juga yang bisa menahan bobot hingga 18 kg dan bisa digunakan hingga balita. Jangan paksakan jika car seat terlihat sempit saat digunakan atau jika kepala anak melebihi bagian atas car seat. Itu tandanya car seat sudah kekecilan.

2. Pasang dengan benar

Pastikan car seat terpasang di jok mobil dan tidak bergeser sejauh 1 inci. Pasang sabuk pengaman dengan benar. Pastikan sabuk berbunyi ‘klik’ ketika mengunci dan cek cara kerjanya minimal dua minggu sekali.

3. Letakkan di jok belakang

Ada mobil yang didesain mengeluarkan air bag bila terjadi benturan. Ini berbahaya bagi bayi bila car seat dipasang di jok depan karena bayi jadi sulit bernafas saat air bag mengembang. Karena itu, selalu tempatkan car seat di jok belakang.

4. Hadapkan bayi ke belakang

Hadapkan bayi ke belakang hingga ia berusia satu tahun atau memiliki berat 9 kg agar bagian kepala, tulang leher, dan tulang belakang bayi terlindungi bila kecelakaan terjadi. Anak di atas usia satu tahun atau memiliki berat badan 9-18 kg boleh duduk menghadap depan agar tersedia ruang untuk kakinya menekuk.

 

Jangan terlalu bersemangat beralih dari car seat ke booster seat atau tempat duduk tambahan yang mempertinggi posisi duduk anak agar ia bisa menggunakan sabuk pengaman standar dengan aman dan nyaman. Booster seat baru boleh digunakan saat anak berusia delapan tahun atau memiliki tinggi badan 1,45 meter. Penggunaan booster seat yang terlalu dini bisa berisiko mencekik karena sabuk pengaman belum pas melewati bahu dan perut anak.

Jadi, apakah Anda masih ragu memakai car seat alias kursi bayi di mobil?

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.