DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Anak | Jun 8, 2017

Pertolongan Pertama Saat Kepala Anak Terbentur

Bagikan


 

Buah hati Mama mungkin saat ini sedang berada di usia di mana ia sangat aktif bergerak. Apakah Mama yang memiliki anak balita pernah memiliki pengalaman si kecil jatuh dari tempat tidur, lalu kepala anak terbentur lantai? Atau saat sedang berlari-lari, tanpa sengaja kepala anak terbentur sesuatu? Mama mungkin langsung ikut merasakan sakitnya dan muncul rasa panik. Pasalnya, kepala dan tengkorak anak-anak belum sekokoh orang dewasa.

Saat kepala anak terbentur, lalu apa yang bisa kita lakukan? Tenang dulu, Ma. Lihat dulu yuk, pertolongan pertama saat kepala anak terbentur berikut ini.

Baca juga: Balita Sering Jatuh, Tanda Sistem Koordinasinya Kurang Baik?

Apakah Kepala Anak Terbentur Parah?

Sebelum Mama menentukan pertolongan pertama bagi kepala anak yang terbentur, perhatikan dulu bekas benturannya. Ingat-ingat juga bagaimana anak bisa terbentur tadi. Pasalnya, anak-anak belum memiliki pemahaman terhadap rasa sakit yang akurat. Anak bisa saja tampak meringis atau tertawa, padahal benturannya parah. Atau anak justru menangis meraung-raung meskipun benturannya tidak seberapa. "Saat anak mengalami trauma kepala, harus diperiksa dengan cermat dalam 24-72 jam pertama. Benjol, memar atau berdarah belum pasti gegar otak. Biasanya karena ada perdarahan di kulit kepala, relatif tidak berbahaya asal anak sadar penuh, tidak muntah, tidak pusing dan tidak tampak mengantuk terus," kata dr Attila Dewanti, SpA (K), dari  Brawijaya Woman and Children Hospital, Jakarta.

Tidak Ada Luka yang Terbuka

Bila setelah diperhatikan dengan cermat tidak ada luka yang terbuka di kepala, ubun-ubun, atau dahi anak, siapkan kompres dingin. Bungkus es batu dengan kain lembut dan tempelkan pada bagian kepala yang terbentur selama 15-20 menit. Ulangi setiap tiga hingga empat jam, ya. Kalau si kecil benar-benar merasa kesakitan, Mama bisa berikan obat pereda nyeri misalnya ibuprofen. Namun, perhatikan dosis yang dianjurkan untuk anak. Bila Mama tidak yakin, segera hubungi dokter anak.

Jika Ada Luka yang Terbuka

Luka yang terbuka harus segera ditangani. Bersihkan lukanya dengan air dan sabun yang ringan, misalnya sabun bayi. Kemudian bubuhkan obat antiseptik secukupnya pada bagian yang luka guna mencegah infeksi dan tumbuhnya bakteri. Terakhir, tutup lukanya dengan plester atau kasa steril. Hindari menggunakan kapas supaya tidak ada partikel atau serat-serat kapas yang ikut menempel di luka si kecil.

Apakah Anak Perlu Dibawa ke Dokter?

Dalam beberapa kasus, benturan di kepala anak butuh penanganan darurat. Menurut Carol deMatteo, seorang ahli terapi klinis dari McMaster University di Kanada, benturan kepala pada anak mungkin saja menyebabkan kerusakan otak yang permanen. Perhatikan kalau anak menunjukkan tanda-tanda berikut ini:

  • Mual dan muntah
  • Kejang
  • Perdarahan dari hidung (mimisan) atau telinga
  • Hilang kesadaran (baik cuma beberapa detik atau cukup lama)
  • Gangguan penglihatan misalnya jadi buram atau berbayang
  • Hilang ingatan
  • Hilang koordinasi dan keseimbangan tubuh misalnya jalan jadi miring atau tidak bisa menyendokkan makanan dengan benar

Itu dia hal-hal yang harus Mama perhatikan kalau kepala anak terbentur. Mama punya tips pertolongan pertama lainnya? Yuk, bagikan tipsnya di kolom komentar.

 

<IA>

Bagikan

Artikel Terkait