Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Anak | Dec 14, 2016

Salah Pola Asuh, Anak Bisa Jadi Kleptomania!

Bagikan


Anda tentu pernah mendengar istilah kleptomania. Kleptomania adalah istilah yang sering digunakan dalam pergaulan sehari-hari untuk menjuluki seseorang yang suka mencuri barang yang bukan miliknya. Klepto sendiri memiliki arti kecenderungan seseorang untuk memiliki barang orang lain, dengan atau tanpa diketahui orang tersebut. Sementara itu mania berarti kegiatan yang dilakukan berulang kali dan menjadi suatu kebutuhan bagi orang tersebut. Tahukah Anda, kecenderungan ini bisa terjadi karena pola asuh yang salah saat anak masih kecil?

Kleptomania sendiri bukanlah sifat bawaan lahir yang diturunkan dari orang tua. Menurut pakar psikiater anak dan remaja dari FKUI/RSCM Jakarta, dr. Tjhin Wiguna, SpKJ, pola asuh orang tua bisa saja berpengaruh terhadap berkembangnya kleptomania. Apabila tidak diatasi sejak dini, kleptomania dapat berkembang menjadi perilaku buruk lainnya, seperti berbohong, memanipulasi data, tidak bertanggung jawab, dan kecenderungan untuk selalu menyalahkan orang lain.

Untuk menghindari kecenderungan kleptomania, sejak dini Anda sebagai orang tua harus menanamkan pemahaman akan kepemilikan suatu benda kepada anak. Saat anak mengambil barang milik kakaknya, maka ia harus bertanggung jawab mengembalikannya, karena barang tersebut bukan miliknya.

Kebiasaan mengambil barang milik orang tua tanpa permisi juga dapat berkembang menjadi kleptomania apabila tidak segera diatasi. Orang tua harus tegas menjelaskan bahwa hal itu salah. Anda bisa menegurnya “Adik boleh, kok, pakai pulpen Mama itu, tapi Adik harus ijin dulu ke Mama. Setelah selesai, Adik juga harus mengembalikan pulpen itu ke tempat semula,”

Anda juga dapat menjelaskan kepada anak kalau mengambil barang tanpa sepengetahuan pemiliknya sama dengan mencuri. Dengan begitu, anak akan mengetahui bahwa tindakan itu salah dan ia akan terbiasa permisi kepada pemiliknya sebelum meminjam atau mengambil barang. Jangan lupa beri perhatian yang cukup kepada anak. Sebab, anak yang kurang perhatian memiliki potensi menjadi kleptomania.

Apakah anak Anda suka mengambil barang yang bukan miliknya tanpa izin? Bagaimana cara Anda menegur anak?

 

(Iin)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.