DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Apr 5, 2017

Seberapa Banyak Mainan yang Boleh Dimiliki Anak?

Bagikan


 

Bukannya bermaksud memanjakan anak, tetapi kadang memang sulit menolak permintaan anak untuk beli mainan baru.

Pasalnya, mainan tersebut memang berkualitas dan bisa menunjang tumbuh kembangnya. Tanpa disadari, rumah Mama lama-lama berubah jadi gudang mainan yang tidak terpakai lagi karena anak sudah bosan.

Lalu, sebetulnya berapa banyak sih mainan yang boleh dimiliki si kecil? Adakah batasan yang wajar? Yuk, baca terus ulasan berikut untuk mencari tahu jawabannya.

   

Seberapa Banyak Mainan Anak yang Wajar?

Sesungguhnya tak ada angka yang pasti untuk membatasi jumlah mainan anak. Pastikan saja bahwa mainan yang dimilikinya benar-benar dijaga, dirawat, dan dipakai.

Kalau ada lebih banyak mainan yang terbengkalai daripada yang dipakai main, itu berarti anak sudah kebanyakan mainan. Selain itu, kalau anak cepat bosan dengan mainannya yang belum seminggu, itu berarti sudah saatnya membatasi jumlah mainan yang dimiliki anak.

Kalau anak sudah tidak mau menggunakan mainannya yang lama, ajari anak untuk berdonasi. Kumpulkan mainan-mainannya yang masih bagus dan sumbangkan bagi anak-anak lain yang lebih membutuhkan. Dengan begitu, anak tak perlu menyimpan tumpukan mainan tak terpakai di rumah.

   

Manfaat Membatasi Mainan yang Dimiliki Anak

Sebuah penelitian di Jerman membuktikan bahwa anak-anak yang bermain dengan mainan yang sedikit saja menunjukkan tingkat konsentrasi serta komunikasi yang lebih tajam dari anak-anak seusianya.

Ini karena dengan jumlah mainan yang terbatas, anak bisa fokus pada mainannya saat itu dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Dengan fokus yang baik, anak pun jadi terbiasa memerhatikan hal-hal di sekitarnya secara mendetail. Konsentrasinya tidak akan dengan mudah pecah.

Selain itu, anak juga akan jadi lebih kreatif dan imajinatif dengan mainan yang terbatas. Otak mereka jadi “terpaksa” menciptakan berbagai keseruan dan kesenangan baru. Hal ini juga bisa melatih anak untuk memecahkan masalah dan mencari solusi.

Punya mainan terlalu banyak akan membuat anak lalai dan tidak menjaga mainan-mainan tersebut dengan baik. Di pikirannya, mainan tersebut toh akan diganti juga dengan yang baru.

Sementara kalau mainan anak terbatas, ia akan menjaganya dengan baik. Di sinilah anak akan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap barang-barang miliknya.

Manfaat lain dari membatasi mainan yang dimiliki anak adalah ruangan yang rapi dan tertata. Bayangkan, dengan segudang mainan tentu kamar dan rumah jadi lebih berantakan. Mainan anak berserakan di mana-mana.

Dengan mempunyai mainan sedikit bisa membantu si kecil dan Mama menjaga agar lingkungan tempat tinggal jadi lebih bersih dan rapi.

   

Itu dia manfaat-manfaat membatasi jumlah mainan anak. Bagaimana, apakah Mama juga tertarik untuk mencoba mengurangi mainan si kecil?

 

(IA)

 

Bagikan

Artikel Terkait