DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Gadget & Teknologi | May 15, 2017

Selain Ransomware WannaCry, Ini 3 Serangan Cyber yang Pernah Mengguncang Dunia

Bagikan


Sejak Jumat (12/05/2017) lalu, dunia dihebohkan dengan serangan cyber ‘WannaCry’. Jenisnya adalah ransomware, yakni jenis software berbahaya yang dirancang untuk memblokir akses ke sistem komputer dan meminta uang tebusan untuk membukanya.

Ransomware yang menargetkan sistem operasi Microsoft Windows ini sudah menginfeksi lebih dari 230.000 komputer di 150 negara, termasuk Indonesia. Meski sudah ditemukan cara mencegahnya, para ahli keamanan komputer memperingatkan akan serangan gelombang kedua.

Baca juga: 6 Cara agar Internet Aman untuk Anak

Menurut badan penegakan hukum Uni Eropa Europol, serangan ini memiliki skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meski demikian, sebelum WannaCry, ada beberapa serangan cyber yang juga berdampak global dan tak kalah merugikan. Ini di antaranya:

  1. World of Hell

World of Hell (WoH) adalah kelompok hacker yang menyatakan bertanggung jawab terhadap penyerangan beberapa lembaga besar pada 2001. Spesialisasinya adalah mencari website yang memiliki tingkat keamanan rendah lalu mencorengnya dengan pesan berupa nasihat. Ya, kelompok ini tergolong grey hat hacker yang melanggar hukum namun sebenarnya tak memiliki maksud jahat. Perusahaan besar mulai dari Hard Rock Café, Pfizer, Rolex, bahkan Microsoft pernah jadi sasaran serangan mereka.

  1. Operation Shady RAT

Operation Shady RAT adalah serangkaian agresi cyber yang dimulai di pertengahan 2006. Setidaknya ada 71 organisasi yang diserang, di antaranya PBB, Komite Olimpiade Internasional, dan perusahaan di seluruh dunia. Perusahaan keamanan Internet McAfee menggambarkan Operation Shady RAT sebagai ‘operasi target yang dijalankan selama lima tahun oleh satu aktor’. Republik Rakyat Tiongkok diduga menjadi dalang dari serangan cyber ini.

  1. Red October

Red October adalah malware pengintai canggih yang menargetkan organisasi diplomat, pemerintah, dan riset ilmiah di seluruh dunia. Program ini sudah beroperasi selama lima tahun sebelum ditemukan pada Oktober 2012. Red October mengirimkan informasi mulai dari rahasia negara sampai informasi pribadi, termasuk dari perangkat mobile.

Terbukti, serangan cyber tak kalah mengerikan dibanding serangan senjata. Mengutip situs ARN, who needs a gun when you have a keyboard?

(EMA)

Bagikan

Artikel Terkait