DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Bayi | Sep 28, 2016

Solusi Cerdas Memberi Si Kecil Obat

Bagikan


Ketika si kecil sakit, sebagai seorang ibu, pasti kita akan melakukan apapun agar cepat pulih dan ceria kembali, Moms. Jika orang dewasa atau si kakak yang duduk di bangku sekolah sudah bisa bisa diberikan obat yang dijual bebas, pemberian obat bebas kepada anak-anak apalagi bayi, harus dilakukan ekstra hati-hati dan penuh pertimbangan.

Badan pengawas obat di Amerika Serikat (FDA), pernah menarik 14 jenis obat bagi anak-anak dari pasaran di 2007. Di tahun yang sama juga FDA melarang pemberian berbagai jenis obat-obatan kepada anak-anak di bawah dua tahun jika tidak benar-benar berdasarkan instruksi dokter. Orang tua memang tidak dianjurkan memberikan obat apapun kepada bayi, apalagi obat yang dijual bebas tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Sebelum memberikan obat kepada si kecil dengan maksud meringankan penyakitnya, cek dulu panduan berikut ya, Moms.

Obat Bebas Minimal 1 Tahun

American Academy of Pediatrics (AAP) menghimbau agar orang tua tidak memberikan obat demam dan flu yang dijual bebas kepada bayi, atau minimal, anak sudah berusia satu tahun. Efek samping seperti perut terasa tidak enak, ruam, detak jantung cepat, dan bahkan kematian bisa saja terjadi. Jika si kecil yang masih bayi sakit, lebih baik bawalah ke dokter. Pemberian ASI yang lebih sering dan lebih berkualitas biasanya disarankan oleh dokter.

Stop Jika Alergi

Hentikan pemberian obat jika si kecil menunjukkan gejala alergi setelah mengonsumsi obat. Kenali gejalanya, jika alergi terjadi pada pencernaan, biasanya anak akan mual, muntah, dan diare. Jika bereaksi pada pernapasan, anak akan sesak napas atau mengeluarkan suara seperti mengorok saat bernapas karena adanya produksi lendir. Reaksi alergi pada kulit biasanya gatal, bercak-bercak merah, dan bahkan bisa melepuh.

Jangan Sama Ratakan Obat Resep

Walaupun sepintas sepertinya si adik dan si kakak mengalami keluhan dan sakit yang sama, tapi jangan pernah memberikan mereka obat yang berasal dari resep yang sama. Reaksi obat bisa berbeda-beda pada setiap anak, kendati usia dan penyakitnya sama.

Razia Kotak Obat

Tidak ingin salah memberikan obat yang sudah kadaluarsa kepada si kecil? Segera razia lemari obat Anda dan buang semua obat yang sudah lewat masa pakainya! Cek label obat. Lihatlah Mfg (tanggal ketika obat diproduksi) dan Exp. atau ED (tanggal kadaluarsa obat). Jika tidak bisa menemukan tanggal kadaluarsa, buang sirup yang sudah berubah warna dan aromanya. Puyer yang sudah menggumpal juga wajib buang.

Sesuai Instruksi

Saat anak sudah mulai sembuh dan tampak kembali ceria, jangan dulu menghentikan pemberian obat jika dokter menyarankan obat tersebut harus dihabiskan. Ini biasanya berlaku pada jenis obat antibiotik. Selain itu, hindari juga memberikan kembali obat racikan yang masih belum habis jika suatu hari si kecil mengalami sakit yang sama. Ini karena kandungan obat tersebut mungkin saja sudah tidak bisa dikonsumsi lagi karena sudah berubah atau termakan waktu.

Bagikan

Artikel Terkait