DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tips Cepat Hamil | Mar 13, 2017

Stres bisa bikin susah hamil?

Bagikan


 

 

Bagi Mama yang ingin hamil pasti sering mendengar saran “santai saja, tidak usah stres. Semua akan terjadi begitu saja,” namun Mama tetap bertanya-tanya apakah stres memang salah satu penyebab susah hamil. Jawabannya, berbagai penelitian tampaknya membuktikan kaitan erat antara stres, kecemasan, depresi, dan infertilitas.

 

Apakah kaitan stres dengan penyebab susah hamil?

 

Bagi beberapa wanita, stres kronis dapat memengaruhi ovulasi, akibatnya haid kurang teratur, sehingga lebih sulit menentukan masa subur yang tepat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengaruh stres juga dapat memengaruhi kadar testosteron dan produksi sperma pada pria. Penelitian lain menunjukkan bahwa stres dapat berdampak pada aspek lain dari kesuburan selain ovulasi tanpa bantuan medis, termasuk kehamilan dengan bantuan medis seperti inseminasi buatan dan IVF.

 

Apakah infertilifas adalah penyebab stres?

 

Susah hamil padahal Mama sangat menginginkannya dapat menjadi sumber utama penyebab stres, kecemasan, dan depresi. Sebuah penelitian menemukan bahwa sekitar 40% wanita dengan masalah kesuburan merasa sangat cemas atau tertekan bahkan sebelum mereka mulai menjalani perawatan infertilitas. Jika penyebab infertilitas secara fisik dapat diobati lewat bantuan medis, namun pengaruh stres yang tinggi bisa bikin sulit hamil.

 

Pekerjaan menumpuk, apakah bikin susah hamil?

 

Semua orang mengalami stres karena itu adalah bagian dari kehidupan. Pekerjaan yang berat di kantor tidak mungkin berdampak besar pada kehamilan, terutama jika Mama dapat melepaskan beban sepulang kerja dan tidak merasa terbeban sepanjang waktu. Umumnya tubuh mampu menyesuaikan diri terhadap tekanan hidup sehari-hari. Namun, patut diwaspadai apabila tekanan pekerjaan ini sampai membuat Mama merasa sangat khawatir atau cemas, mengalami gejala lain seperti sulit tidur, makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya, atau kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya disukai. Stres inilah yang kadang mengganggu siklus menstruasi.

 

Bagaimana cara mengatasi stres yang berhubungan dengan infertilitas?

Berikut adalah beberapa trik tertentu yang sangat bermanfaat untuk mengatasi pengaruh stres pada infertilitas.

1. Meditasi. Meditasi akan membantu tubuh dan pikiran lebih rileks dan menormalkan hormon stres. Inti meditasi adalah memfokuskan pikiran pada sensasi internal ang timbul dari aktivitas pernapasan.

2. Yoga. Yoga dapat berdampak besar menurunkan kadar hormon stres yang dapat mengacaukan kesuburan.

3. Cukup istirahat. Fakta menarik: Lebih dari 80% wanita mengalami ovulasi antara tengah malam hingga pukul 8 pagi. Kurang tidur dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berdampak pada konsepsi.

4. Seks. Stres terkait kesuburan dapat memengaruhi Mama dan pasangan Mama. Lakukan seks untuk bersenang-senang dan keintiman tanpa terbebani dengan keinginan untuk hamil.

5. Hidup seimbang. Batasi waktu antara pekerjaan dan rekreasi. Sesekali berikan waktu untuk diri sendiri dengan bersenang-senang bersama pasangan Mama.

6. Tuliskan. Meredakan kekhawatiran melalui tulisan adalah salah satu cara terbaik untuk mengatasi stres.

7. Bicara dengan seorang ahli. Jika Mama masih merasa stres, atau cenderung rentan terhadap perasaan cemas, putus asa, kesedihan, atau depresi, pertimbangkan untuk segera mengunjungi psikolog atau psikiater yang berpengalaman.

 

Jadi, bila saat ini Mama sedang dalam program hamil, dan merasa stres dalam mempersiapkannya, lebih baik ambil waktu untuk santai sejenak bersama pasangan. Pacaran di waktu menikah bisa membuat hidup lebih berwarna, lho! 

 

<ROS>

 

Bagikan

Artikel Terkait