Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Nov 15, 2016

Sudah Besar Kok Masih Minta Digendong?

Bagikan


Kalau sudah digendong, si anak pasti merengek, bahkan tak jarang menangis, saat diturunkan. Atau, saat berjalan-jalan di mal, si anak tidak mau berjalan dan memaksa untuk digendong. Karena tidak ingin menjadi pusat perhatian, akhirnya ibu terpaksa menggendong anaknya. Masalah lainnya yang sering terjadi: si anak tidak bisa tertidur sebelum digendong oleh ibunya. Anda mungkin pernah mendengar ibu mengeluh mengenai hal ini, atau mungkin Anda sendiri yang seringkali mengalaminya?

Menurut William Sears, M.D., dokter dan pakar pengasuhan anak asal Amerika Serikat, beberapa bayi memang membutuhkan pengasuhan 'intensif' seperti ini. Kita mengenalnya dengan istilah 'bayi bau tangan'. Namun, hal ini dapat membuat waktu Anda tersita, kelelahan, dan nyaris tidak bisa melakukan hal lainnya. Bahkan, tidak sedikit ibu yang stres karena masalah ini. Untuk Anda yang menggunakan bantuan baby sitter, hal ini dapat menjadi alasan ‘kaburnya’ si baby sitter.

Anda perlu menyadari bahwa saat anak memasuki usia dua tahun, seharusnya sudah tumbuh keinginan untuk mandiri dalam diri mereka. Mereka akan mulai meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Namun, tidak semua anak berhasil melalui fase ini dengan baik. Sebagian anak terbiasa untuk terus bergantung dengan bantuan orang lain, khususnya orang tuanya. Terutama, apabila orang tua selalu ‘menuruti’ keinginan sang anak. Di sinilah Anda memegang peranan penting untuk menumbuhkan kemandirian dalam diri anak Anda.

Meskipun Anda sangat menyayangi anak Anda, dan tidak tega melihat anak mengamuk atau bahkan menangis hebat saat tidak digendong, Anda harus mulai membiasakan diri untuk tidak selalu menuruti keinginan anak. Disiplin perlu diberlakukan. Anak Anda harus tahu kapan waktunya dia boleh digendong dan kapan dia harus berjalan sendiri. Anda juga harus menumbuhkan rasa kemandirian anak dengan memberi pengertian bahwa dia sudah semakin besar, sehingga sudah seharusnya tidak digendong lagi. Dengan melakukan hal ini secara konsisten, anak Anda akan terbiasa untuk mandiri dan tidak jadi 'bayi bau tangan' lagi.

Apakah Anda juga mengalami hal serupa? Langkah apa yang Anda lakukan agar su bayi tak bau tangan? Yuk, share di kolom komentar!

-Iin

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.