Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Nov 19, 2017

Sudah Besar Tapi Masih Menetek, Bagaimana Menghentikannya Ya?

Bagikan


  

ASI eksklusif memang diwajibkan bagi bayi hingga usia 6 bulan. Selain itu, anak juga masih bisa dianjurkan meminum ASI hingga berusia 2 tahun. Namun, jika lebih dari 2 tahun tentu tidaklah baik bagi kondisi anak. Hal ini tentu menjadi dilema bagi sebagian besar ibu, “Anakku sudah besar tapi kok masih menetek ya?”

Menghentikan anak menetek atau dikenal menyapih merupakan sebuah proses yang harus dilakukan bagi para ibu kepada anaknya. Tentunya tidak mudah untuk menghentikannya apalagi terhadap anak sendiri.

Hal pertama yang harus Mama ketahui adalah kapan waktu yang tepat bagi anak untuk berhenti menetek. Tanda anak dapat dikatakan berhenti menetek antara lain:

  • Dapat duduk dengan kepala tegak dalam waktu yang lama.
  • Koordinasi mata, mulut, dan tangan dapat bekerja dengan baik sehingga dia mampu melakukan segala hal mudah seperti mengambil suatu benda atau makan dan minum sendiri.
  • Anak beranjak usia 2 tahun.

  

Bagaimana Cara Menyapih Anak Yang Efektif?

1. Mulailah secara perlahan

Menghentikan anak menetek memang memerlukan sebuah proses yang tidaklah mudah. Ketika Mama mampu mengurangi frekuensi menyusui secara perlahan maka akan membuat ASI berkurang pula secara bertahap. Jika Mama secara tiba-tiba menghentikan anaknya untuk menetek menyebabkan hal traumatis baik bagi ibu dan anaknya. Cara menghentikan anak menyusui secara perlahan ini juga bermanfaat mengurangi risiko payudara Mama dari bengkak serta nyeri.

2. Pengalihan perhatian

Jika anak terbiasa menetek, maka pikirannya akan terus untuk menetek. Tentunya Mama adalah orang yang paling tahu kapan anaknya ingin menetek atau tidak. Untuk mengatasinya, setiap kali dia mendekati anda untuk menetek, segera alihkan perhatiannya seperti diajak bermain atau melakukan kegiatan lain yang membuat anak menjadi lupa untuk menetek.

3. Gunakan makanan pengganti ASI

Gantilah ASI menggunakan makanan padat sebagai penggantinya. Seorang anak dengan perut penuh cenderung akan mengurangi keinginannya untuk menetek. Mama dapat menggunakan makanan pengganti dengan gizi sehat sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Namun, jauhkan pula dari makanan yang tidak sehat.

4. Kendalikan emosi

Berhenti menetek bukan hanya menjadi masalah bagi anak tetapi juga bagi sang ibu. Tindakan menyapih bukan berarti mengakhiri hubungan emosi antara ibu dan anak. Jika Mama sudah merasa ikhlas untuk menyapih maka segalanya akan terasa lebih mudah. Jika bersikap sebaliknya, maka akan lebih sulit untuk melepas anak dari menetek.

5. Cobalah penggunaan gelas

Mama bisa mencoba menggunakan gelas ketika anak menginjak usia 7 atau 9 bulan. Gunakan cangkir kesukaannya dengan bentuk yang unik atau berkarakter. Kebiasaan minum menggunakan cangkir membuat anak bisa lepas dari payudara ibunya. Mama juga dapat memberikan contoh seperti meminum dengan gelas di depan sang anak. Hal ini akan efektif membuat anak berhenti menetek.

  

Apakah Mama berani untuk mencobanya? Jangan takut demi kebaikan anak anda.

 

(PIA) 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.