DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Apr 21, 2017

Supermom, Berbahayakah Bagi Kebahagiaan Mama?

Bagikan


 

 

Saat ini, menjadi supermom bisa jadi kebanggaan seorang ibu. Bukan hanya mengemban tugas untuk mengurus rumah, supermom pun melakukan banyak hal lain, seperti bekerja kantoran, atau mengurus bisnis.  Tak jarang, supermom pula yang menjadi tulang punggung dalam keluarga. Setujukah Mama, jika menjadi supermom tidaklah mudah? Ada banyak faktor yang sering menjadi ‘beban’ seorang supermom. Berikut 2 masalah yang paling sering timbul, dan beberapa saran untuk Mama pertimbangkan kembali.   

 

  1. Tidak Banyak Waktu ‘Me Time’

 

Pernahkah Mama merasa 24 jam dalam sehari seperti tidak cukup untuk menyelesaikan segala tugas-tugas?Mulai dari pagi hari saat menyiapkan sarapan, pergi bekerja, sampai memantau anak belajar dan memastikan mereka tidur tepat waktu, bahkan Mama sering lupa memakai krim malam. Banyaknya hal yang perlu Mama lakukan, semakin membuat waktu dan tenaga tersita begitu banyak, sehingga tidak banyak waktu untuk ‘Me Time’. Walau terdengar sangat sederhana dan sangat lumrah, menjadi supermom seringkali menimbulkan stres yang berkepanjangan. Untuk itu, penting untuk mengetahui dimana batas kemampuan Mama. Mama perlu tahu kapan berbagi tugas dengan suami dan memberikan jeda beberapa waktu untuk menikmati hal yang Mama suka. Gunakan free time yang Mama miliki (meski hanya 1 jam), untuk sekadar ngopi bersama teman-teman lama. Berbagi cerita dengan teman-teman bisa mengurangi rasa ‘terbebani’ dalam diri Mama.  

 

 

  1. Merasa Tidak Pernah Sempurna

 

Pernahkah Mama merasa seperti tidak pernah merasa puas dengan hal-hal yang sudah Mama lakukan? Sebaiknya stop menyalahkan diri sendiri. Karena memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Maka, jangan memaksa untuk terus menuntut diri sendiri selalu memberikan yang terbaik. Supermom, bukan berarti perfectmom. Mama mungkin saja melewatkan banyak hal seperti sering lupa mengingat hari ulang tahun anak, atau beberapa kali absen dalam pertemuan orangtua di sekolah. But it’s okay! Perjalanan menjadi sosok ibu terbaik memang perlu banyak pembelajaran.

 

Memfokuskan diri untuk menjadi sosok ibu yang sempurna untuk keluarga memang sudah tugas wajib bagi seorang wanita yang sudah berkeluarga. Because you are worth it! Mencari kebahagiaan sesungguhnya tidaklah jauh.Hargai hal-hal kecil dan yang paling terpenting stop compare your self. Be a happy mother, always!     

 

<LMF>

Bagikan

Artikel Terkait