Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sekolah Anak | Oct 20, 2016

Ternyata Ini Penyebab Utama Anak Tidak Suka Belajar

Bagikan


Tahukah anda, siapa penyebab anak menjadi tidak suka belajar, tidak suka menulis, tidak kreatif dan tidak bisa mengambil keputusan. Mungkin tanpa disadari, penyebabnya adalah Anda, Si orangtua. Mengapa? Pada dasarnya anak-anak memiliki sifat selalu ingin tahu. Mereka suka mempelajari hal-hal baru dan bereksplorasi. Tapi sayangnya dalam proses yang krusial ini, tanpa disadari sering dirusak oleh orang tua.

Penyebab

Sedikit mengingat-ingat, pernahkah Anda memaksa anak belajar, memaksa anak menulis, memegang pensil dengan benar, mendikte pada saat anak sedang mengerjakan sesuatu, mendikte warna yang harus dipilih pada saat anak mewarnai, dan tidak pernah menawarkan pilihan pada anak. Semua Anda yg putuskan. Tanpa disadari hal-hal tersebut menjadi salah satu penyebab anak menjadi malas, tidak mau atau bahkan tidak suka belajar. Proses eksplorasi yang seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk mereka, dibuat menjadi tekanan dan paksaan oleh orang tua. Padahal, bila anak dibiarkan bereksplorasi secara natural, maka minat mereka untuk belajar, menulis akan tetap tinggi. Bila dibiarkan untuk berkreasi dan mewarnai dengan imajinasi mereka, mereka akan terbiasa dan terlatih untuk semakin kreatif. Bila dilatih untuk menentukan pilihan sendiri, mereka akan belajar untuk tegas dan berani mengambil keputusan.

Do's

Yang perlu Anda lakukan adalah menyediakan media-media yang dapat mendukung proses belajar itu. Misalnya sediakan buku-buku yang menarik, alat tulis, dsb. Lalu biarkan anak berekspkorasi terhadap materi-materi tersebut. Tentu saja sambil dibimbing, namun bukan dipaksa mengikuti keinginan Anda. Bila anak mulai tertarik untuk memegang pensil atau crayon, biarkan saja mereka corat coret di kertas. Anda boleh saja mengarahkan, agar mereka memegang pensil dengan benar, tapi jangan langsung memaksa bahkan memarahi mereka apabila mereka menolak untuk diajari. Lama kelamaan, mereka akan bersedia, atau bahkan meminta Anda untuk mengajari mereka.

Cari tahu tahapan-tahapan menulis seorang anak, misalnya usia 2 tahun, corat coret, usia 3 tahun, mulai mengikuti garis putus-putus, dsb. Tidak perlu ngotot memaksakan anak harus bisa nulis di usia 3 atau 4 tahun. Pada dasarnya anak akan bisa baca dan tulis. Bila pergi makan atau hendak membeli sesuatu, biasakan bertanya pada anak: “kamu mau makan apa atau, kamu suka warna apa?” Sehingga mereka terbiasa mengungkapkan pendapat.

Berdasarkan pengalaman para ibu, anak yang suka belajar dan cerdas, adalah anak-anak yang tidak dipaksa dan ditekan oleh orang tuanya utk belajar. Sebaliknya, anak yang sering dipaksa, biasanya semakin “ogah-ogahan” dan malas. Tanamkan ke anak bahwa belajar itu sama menyenangkannya seperti bermain. Tentu anak akan menjadi suka untuk belajar. Intinya, buatlah belajar menjadi menyenangkan, dan jangan paksa anak bila mereka sudah bosan atau tidak mau. Belajar itu penting, namun belajar dengan porsi yang berlebihan tidak akan baik untuk anak Anda.

-Rin-

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.