Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | Oct 5, 2017

Test Pack Positif Tetapi Tidak Hamil, Mengapa?

Bagikan


Apakah tes kehamilan menunjukkan hasil yang positif, tetapi Mama tidak merasakan ciri-ciri hamil? Test pack positif tetapi tidak hamil bisa sangat mengecewakan terutama bagi wanita yang memiliki kesulitan untuk hamil atau yang secara aktif mencoba untuk hamil. Untungnya, hal ini jarang terjadi, meski bisa terjadi karena beberapa alasan.

Baca Juga: Seberapa Akurat Tes Kehamilan?

Mengapa Test Pack Positif Tetapi Tanda Kehamilan Negatif?

Hasil test pack positif dan negatif yang palsu dapat terjadi karena berbagai alasan.

1. Kehamilan kimia

Kehamilan kimia terjadi jika telur yang telah dibuahi, yang dikenal sebagai embrio, tidak dapat ditanamkan atau tumbuh sangat awal. Ini mungkin akibat dari masalah di dalam rahim, seperti fibroid, jaringan parut, atau anomali uterus kongenital yang menyebabkan rahim memiliki bentuk yang tidak beraturan.

Jumlah hormon tertentu yang rendah, seperti progesteron, juga dapat mengurangi kemungkinan pertumbuhan implantasi dan embrio.

2. Kehamilan ektopik

kehamilan ektopik

Terkadang telur yang dibuahi bisa tertanam sendiri di luar rongga utama rahim, yang menyebabkan kehamilan ektopik. Hal ini bisa terjadi jika saluran tuba memiliki jaringan parut, radang, atau jika ada riwayat infeksi rahim masa lalu. Jenis kehamilan ektopik ini juga dikenal sebagai kehamilan tuba.

Selain terjadi di saluran tuba falopi, kehamilan ektopik juga bisa terjadi di serviks, ovarium, atau rongga perut. Embrio akan tetap menghasilkan hCG, meski sudah tertanam di tempat yang salah.

Baca juga: Apakah yang Perlu Diketahui Tentang Kehamilan Ektopik?

3. Riwayat keguguran atau aborsi

Mama mungkin terus mendapatkan hasil test pack positif tetapi tidak hamil setelah kehilangan bayi, baik melalui keguguran ataupun aborsi. Selama kehamilan, kadar hCG terus meningkat saat plasenta tumbuh, dua kali lipat setiap beberapa hari dan memuncak sekitar 10 minggu. Saat kehamilan berakhir, kadar hCG mulai surut, tetapi ini proses lambat.

4. Faktor ‘human error

test pack, tes kehamilan

Bahkan meskipun sudah mengikuti semua petunjuk, kesalahan pengguna bisa saja terjadi. Salah satu kesalahan yang paling umum adalah melakukan tes terlalu dini selama siklus menstruasi. Selain itu, menurut Dr. Jamil Abdur-Rahman, M.D., jika Mama melakukan tes kehamilan standar dengan indikator garis, penting untuk memeriksa hasilnya dalam jangka waktu sesuai instruksi.

Jika Mama membiarkannya terlalu lama sebelum membaca hasilnya, urine pada tes bisa menguap dan membuatnya terlihat seperti dua garis samar. Alasan kedua yang paling umum adalah karena test pack sudah melewati kedaluwarsa sehingga bahan kimia yang mendeteksi hCG tidak selalu bekerja sebagaimana mestinya.

Baca juga: Kehamilan Palsu, Apakah Termasuk Gangguan Kesehatan?

5. Garis penguapan (evaporation line)

Garis penguapan bisa muncul pada test pack positif setelah urine benar-benar menguap. Terkadang, garis kedua berwarna samar akan muncul. Hal ini bisa disebabkan oleh kadar hormonal yang tidak mewakili kehamilan. Cara terbaik untuk menghindari kebingungan karena garis penguapan adalah mengikuti petunjuk waktu uji persis seperti yang diberikan.

6. Pengobatan

minum obat, wanita minum obat, pengobatan

Penggunaan beberapa obat kesuburan tertentu dapat memicu hCG secara sintetis untuk membantu folikel melepaskan telur matang. Ini bisa menyebabkan test pack positif tetapi palsu, terutama jika tesnya terlalu dini.

7. Kondisi medis tertentu

Kadangkala, kondisi medis tertentu bisa menyebabkan tes kehamilan. Ini termasuk: infeksi saluran kemih, penyakit ginjal yang menyebabkan darah atau sel darah putih dalam urine, kista ovarium, penyakit yang lebih serius seperti kanker ovarium, masalah kelenjar di bawah otak meski sangat jarang.

Meski tidak perlu khawatir, jika gejalanya nampaknya membuat Mama cemas, segera kunjungi dokter.

Pernahkah Mama mengalami hal ini dan bagaimana cara mengatasinya? Silakan bagikan dengan kami.

(ROS)

Foto : Shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.