DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tidak Merokok, Ibu Hamil Malah Pilih Vape. Bolehkah?

Bagikan


Penggunaan rokok elektrik (e-cigarettes), yang juga disebut ‘vape’, kian menjamur akhir-akhir ini. Vape adalah rokok elektrik yang dioperasikan dengan baterai yang mengubah bahan kimia, termasuk nikotin, menjadi uap, yang kemudian dihirup. Beberapa orang mungkin bertanya-tanya apakah rokok elektrik (juga dikenal sebagai e-hookah, e-pen, pulpen vape, atau tank) adalah cara aman untuk berhenti merokok selama kehamilan.

Sebagai calon ibu, Mama tentu akan melakukan apapun untuk melindungi si kecil. Itu berarti jika Mama merokok sebelum hamil, Mama mungkin beralih dari rokok biasa ke rokok elektrik karena merasa tidak berbahaya. Atau, jika Mama bukan perokok, Mama mungkin bertanya-tanya apakah uap rokok elektrik dapat memengaruhi bayi. Berikut hal yang perlu Mama ketahui tentang vape dan kehamilan.

Apakah Rokok Elektrik Lebih Aman dari Rokok Biasa?

Menurut Dr. Manny Alvarez, ketua departemen kebidanan/ginekologi dan ilmu reproduksi di Hackensack University Medical Center di New Jersey, rokok elektrik mengandung nikotin, yang diketahui merupakan salah satu racun utama yang terlibat dalam kerusakan plasenta. Saat ini memang belum ada peraturan tentang rokok elektrik. Dengan kata lain, banyak perangkat vape yang dijual mengandung nikotin cair yang kurang terkontrol dosisnya. Akibatnya, Mama mungkin mengekspos anak yang belum lahir dengan dosis nikotin yang jauh lebih tinggi daripada yang biasa Mama temukan pada rokok biasa.

Selain itu, uap vape pasti bukan uap air yang tidak berbahaya. Cairan yang digunakan dalam rokok elektrik biasanya terdiri dari propilen glikol, gliserin, nikotin, dan bahan kimia perasa. Beberapa penelitian menunjukkan, ketika cairan ini dipanaskan pada voltase tinggi, bahan kimia lain yang berpotensi berbahaya (selain nikotin) ditemukan di dalam cartridge, larutan isi ulang, dan aerosol, dan beberapa di antaranya memicu kanker.

Bahaya Rokok Biasa ataupun Rokok Elektrik bagi Kehamilan

Mama tentu tahu bahwa asap rokok tembakau berbahaya bagi kesehatan karena mengandung nikotin. Karena itu, para ahli khawatir jika vape juga berbahaya bagi kehamilan karena dapat meningkatkan risiko:

  • Kehamilan ektopik
  • Keguguran
  • Masalah dengan plasenta (seperti abrupsio plasenta)
  • Kelahiran prematur
  • Lahir mati
  • Berat lahir rendah, yang mungkin memerlukan rawat inap di unit perawatan intensif neonatal
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)
  • Risiko cacat lahir yang lebih tinggi
  • Rekomendasi dokter untuk kehamilan

Para ahli merekomendasikan membatasi paparan asap rokok dan uap vape sebanyak mungkin selama kehamilan. Caranya:

  • Hindari semua produk nikotin, termasuk rokok, rokok elektrik, dan produk tembakau tanpa asap seperti mengunyah tembakau
  • Jadikan seisi rumah dan mobil bebas rokok
  • Jika Mama belum siap untuk berhenti merokok, sebaiknya merokok di luar rumah dengan lapisan pakaian yang terpisah dan melepaskannya sebelum masuk, karena produk asap dapat melekat pada pakaian.
  • Mintalah orang-orang agar tidak merokok di sekitar Mama
  • Pastikan semua tempat yang Mama kunjungi bebas rokok
  • Jika Mama mengunjungi rumah seseorang yang perokok, cobalah bercakap-cakap di luar rumah jika memungkinkan
  • Kunjungi konselor atau dokter untuk terapi khusus untuk menghentikan kebiasan merokok

Bagaimana Mama menghentikan kebiasaan merokok saat hamil? Share di kolom komentar, yuk!

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait