DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tips Aman Ibu Hamil Melakukan USG

Bagikan


Mama tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah ultrasonography atau yang seringkali disingkat menjadi USG, kan?

USG merupakan sebuah tes yang menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambaran tentang bagaimana keadaan organ dan otot di dalam tubuh. Untuk ibu hamil, USG digunakan untuk mendapatkan gambaran perkembangan janin di dalam rahim.

Ternyata, menurut MedlinePlus, situs milik National Institutes of Health, USG juga penting dilakukan oleh ibu hamil untuk memeriksa organ panggul perempuan selama hamil.

Agar USG berjalan dengan lancar, perhatikan tips-tips berikut ini ya Mama.

Persiapan Menjelang USG

USG harus dilakukan di rumah sakit atau pusat kesehatan oleh dokter atau teknisi terlatih.

Menurut situs FamilyDoctor, yang dioperasikan oleh American Academy of Family Physicians menyarankan untuk menjaga kandung kemih penuh sebelum dan selama USG, dengan meminum 2-3 gelas cairan sejam sebelum pemeriksaan, agar mendapatkan gambar USG terbaik.

Nantinya, dokter akan meminta untuk berbaring telentang di tempat pemeriksaan, dan akan menyebarkan gel bening berbasis air ke perut dan panggul, untuk memudahkan pengiriman gelombang suara. Gelombang inilah yang memantul dari struktur tubuh bayi yang sedang berkembang, menciptakan gambar pada mesin USG.

Waktu Tepat Melakukan USG

Situs MedlinePlus menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai jadwal pemeriksaan yang paling tepat.

Biasanya USG yang dilakukan selama 12 minggu pertama kehamilan ditujukan untuk mengetahui kehamilan yang normal, mengetahui adanya janin kembar, menentukan usia janin, menemukan potensi adanya gangguan kehamilan pada plasenta, cairan ketuban, dan panggul, serta menentukan tingkat denyut jantung bayi.

Pada trimester kedua dan ketiga, digunakan untuk menentukan tumbuh kembang, posisi bayi, dan jenis kelamin bayi, serta mengidentifikasi adanya masalah selama proses perkembangannya.


Risiko Melakukan USG

Banyak ibu hamil yang melewatkan pemeriksaan USG karena menganggapnya berbahaya bagi janin dan menyebabkan cacat saat lahir. Padahal, menurut situs FamilyDoctor, pengujian USG yang telah dilakukan selama bertahun-tahun dan tidak menemukan adanya risiko pada bayi.

Yang perlu diingat adalah mendapatkan USG di tempat dan tangan yang tepat, agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan bisnis.

Nah, apakah Mama sudah melakukan USG untuk mengetahui perkembangan calon buah hati?

Sumber : Nestle

Bagikan

Artikel Terkait