DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Balita | Aug 22, 2016

Tips Menumbuhkan Empati pada Anak

Bagikan


Empati merupakan bagian dari kecerdasan emosional yang perlu ditumbuhkan dalam diri setiap orang guna merasakan perasaan yang orang lain alami. Pentingnya empati bagi anak adalah agar kelak anak tumbuh menjadi orang yang memiliki perasaaan halus, peka, dan peduli. Oleh sebab itu, sikap empati perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak mampu menepatkan diri pada posisi orang lain ketika terkena musibah sehingga dapat belajar lebih menghargai. Berikut adalah tipsnya:

Bermain peran

Pada saat anak berusia 2-3 tahun, mereka biasanya menyukai permainan khayalan atau bermain peran. Anda dapat ikut serta ikut mengambil peran dalam permainannya. Misalnya bermain dokter-dokteran, Anda dapat menempatkan diri sebagai pasien atau pemilik hewan yang sedang membawa peliharaan yang sedang sakit. Dengan begitu dia akan belajar bagaimana cara merawat pasiennya dan bersikap lembut.

Mengajaknya membantu pekerjaan rumah tangga

Menumbuhkan sikap suka rela pada diri seorang anak dapat Anda kembangkan pada saat anak berusia 2 tahun. Anda dapat memintanya untuk membantu pekerjaan rumah tangga yang ringan sambal mengajarinya. Dengan sendirinya, dia akan belajar cara merapikan ruangan dan menghargai pekerjaan orang lain.

Merawat hewan atau tanaman

Cara ini biasanya paling sukses digunakan untuk melatih kepekaan anak. Misalnya, ketika memelihara hewan, anak akan menyangi dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Dia akan sedih ketika hewan peliharaannya sakit dan mati. Perasaannya akan sakit dan menangis, pada saat itu si kecil sudah memiliki rasa empati yang mendalam.

Belajar berteman

Berkelahi merupakan hal yang biasa terjadi pada anak-anak. Entah itu karena rebutan mainan, saling mengejek, atau menyakiti orang lain secara tidak sengaja. Penting bagi Anda untuk memberikan pendapat pada anak, apakah dia ingin belajar untuk menjalin pertemanan kembali atau tidak. Berikan alasan-alasan yang baik bahwa saling berbagi dan memiliki banyak teman itu menyenangkan. Dengan begitu, dia akan merasa pentingnya memiliki teman dan belajar untuk meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain.

Anda tidak perlu memikirkan apakah si kecil sudah dapat memahami rasa empati atau belum, perasaan empati akan tumbuh dengan sendirinya saat Anda mulai mempraktikan hal-hal yang membuat emosionalnya terpengaruh. Tidak ada salahnya mengajari buah hati sedari kecil untuk berempati, karena rasa empati tidak dapat tumbuh secara instant.

--DA

Bagikan

Artikel Terkait