Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Aug 31, 2016

Tips Pacaran dengan Teman Sekantor

Bagikan


Anda tak akan tahu apakah pacaran dengan teman sekantor sebanding dengan risikonya jika Anda tidak mencobanya sendiri, bukan? Lagipula, Anda juga tidak bisa merencanakan bahwa cinta akan tiba-tiba datang dari meja sebelah. Namun, sebelum Anda membawa hubungan tersebut lebih jauh lagi, coba pertimbangkan dulu tips-tips aman pacaran dengan teman sekantor berikut. Sudah siapkah Anda menjalaninya?

Rahasiakan di awal-awal pacaran

Kalau ternyata Anda baru menyadari bahwa Anda hanya sekadar tertarik padanya, bukan jatuh cinta, Anda mungkin menyesali gosip yang sudah terlanjur beredar di kantor. Jadi bila Anda dan si dia memutuskan untuk menjalin hubungan, mulailah pelan-pelan dan cobalah untuk merahasiakannya dari orang-orang kantor.

Buat kesepakatan dengan satu sama lain

Seperti tidak boleh menunjukkan kemesraan saat berada di kantor, tetap membaur bersama rekan-rekan kerja yang lain, atau tidak boleh mengumbar masalah percintaan Anda berdua pada teman-teman di kantor.

Jangan biarkan masalah pribadi memengaruhi pekerjaan masing-masing

Yang satu ini sifatnya sangat sensitif. Anda benar-benar harus bisa membedakan mana yang sifatnya personal dan mana yang profesional. Kalau sedang bertengkar tapi atasan menugaskan Anda berdua dalam satu tim, lupakan dulu masalah Anda dan bekerja samalah layaknya anggota tim yang kooperatif dan saling mendukung.

Cari tahu tentang kebijakan perusahaan

Beberapa perusahaan mendukung adanya kisah cinta di kantor, tapi ada juga yang dengan keras melarang atau meminta Anda dan pasangan untuk menandatangani sebuah kontrak perjanjian bahwa Anda dan pasangan akan tetap bersikap etis dan profesional.

Pastikan Anda memahami tujuan dan prioritas Anda

Sudahkah Anda memikirkan risikonya? Apakah hubungan Anda akan memengaruhi tujuan dan prioritas Anda? Anda harus memahami bahwa suatu saat akan ada kejadian yang tidak sesuai dengan rencana, misalnya Anda naik jabatan dan dia harus melapor langsung pada Anda. Apakah Anda nyaman dengan situasi seperti itu? Mana yang akan Anda kompromikan? Karir atau hubungan Anda? Pertimbangkan baik-baik, ya.

 

--IA 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.