Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Oct 4, 2017

Waspadai Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Formula

Bagikan


Alergi atau sensitivitas makanan pada bayi, khususnya bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan serta belum mendapatkan asupan MPASI, biasanya disebabkan oleh susu formula. Bisa dikatakan bahwa si kecil mengalami alergi protein susu sapi. Padahal, protein susu sapi sendiri ditemukan dalam sebagian besar susu formula yang diproduksi untuk bayi.

Gejala atau Ciri-ciri Bayi Alergi Susu Sapi

Sebagian bayi yang sensitif terhadap protein susu sapi biasanya juga ada yang sensitif terhadap protein susu kedelai. Beberapa tanda bayi alergi susu yang paling umum ditunjukkan adalah munculnya ruam, eksim (kulit kering dan bersisik, terutama pada area dahi), gatal-gatal, dan muntah. Namun, gejala-gejala tersebut hanya sebagian kecil gejala alergi susu pada bayi yang bisa dilihat secara jelas oleh Mama. Masih ada beberapa gejala lain yang juga menjadi tanda bayi alergi susu sapi.

Mama juga harus lebih cermat melihat apakah ada ciri-ciri bayi tidak cocok susu formula lainnya meski si kecil tidak menunjukkan beberapa gejala di atas. Salah satunya adalah bayi rewel terus menerus setelah selesai minum susu formula. Bayi rewel disebabkan oleh rasa tidak nyaman. Bisa jadi karena ada terlalu banyak angin dalam perut bayi atau merasakan perutnya mulas setelah minum susu formula.

Bayi juga akan menunjukkan gejala seperti muncul lingkaran merah pada area rektum, BAB terlalu keras, mencret, atau berbau terlalu busuk. Bukan hanya dari BAB, bayi yang mengalami alergi susu juga akan mengalami gumoh yang melebihi jumlah atau batas wajar.

Cara Mengatasi Alergi Susu Formula Pada Bayi

Alergi umumnya semakin hari semakin parah. Salah satu taktik mengatasi atau mengurangi tingkat keparahan alergi susu sapi pada bayi adalah dengan memberinya ASI eksklusif, paling tidak hingga usia bayi mencapai enam bulan, baru ia kemudian bisa mendapatkan asupan tambahan makanan padat (MPASI).

Perhatikan juga apakah Mama dan anggota keluarga lain memiliki riwayat alergi terhadap susu sapi. Mama harus mencoba mencari tahu mengenai cara memberikan asupan yang tepat kepada bayi untuk memastikan si kecil mendapatkan asupan nutrisi yang tepat tanpa perlu mengalami alergi. Jika saat ini Mama memberi si kecil susu formula karena sibuk bekerja, Mama bisa mencoba memompa ASI yang lebih aman untuk si kecil.

Konsultasikan dengan pakar nutrisi bayi atau dokter anak yang menangani si kecil untuk mengetahui apa ada cara terbaik yang bisa digunakan untuk membantu bayi menghindari potensi alergen.

Jika memang bayi mulai menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala alergi susu formula, Mama harus segera membawa bayi untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap dari dokter anak sebelum memutuskan beralih ke merek susu yang baru.

Beberapa orang tua cenderung sesuka hati langsung berpindah untuk menggunakan susu formula lain saat mengetahui adanya ciri-ciri bayi tidak cocok susu formula tertentu. Padahal jika ketidakcocokan bayi disebabkan oleh alergi protein susu sapi, mencoba susu formula yang lain hanya akan membuat tingkat alergi bayi terhadap susu formula semakin parah.

Baca juga: 4 Fakta tentang Susu Formula Bayi

Mama perlu memperhatikan dengan baik kandungan yang ada dalam susu formula yang akan diberikan kepada bayi. Jika mungkin akan memicu kambuhnya alergi protein susu sapi pada bayi, jangan berikan.

Apakah sekarang Mama sudah mengerti bagaimana ciri-ciri bayi alergi susu formula dan cara-cara untuk membantu bayi menangani alerginya?

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.