Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Waspadai Tiroid Saat Hamil!

Bagikan


Penyakit tiroid saat hamil relatif umum terjadi dan perlu segera diobati. Tiroid adalah salah satu organ yang terletak di bagian depan leher yang melepaskan hormon yang mengatur metabolisme, jantung dan sistem saraf, berat badan, suhu tubuh, dan banyak proses lainnya dalam tubuh.

Dr. Radius Kusuma, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya membahas berkaitan dengan kondisi hipertiroid (kelebihan hormon tiroid) maupun hipotiroid (kekurangan hormon tiroid). Kedua penanganan kondisi tiroid dalam kehamilan sangat bertentangan. Hipertiroid memerlukan anti-tiroid, sedangkan hipotiroid membutuhkan tiroid, dan kedua-duanya juga menyebabkan komplikasi kehamilan.

Gejala tiroid saat hamil

Hipertiroid

Gejala hipertiroid bisa mirip seperti gejala kehamilan normal, sebagai berikut:
• Denyut jantung meningkat cepat
• Sensitif terhadap suhu panas
• Kelelahan
• Detak jantung tak teratur
• Kecemasan
• Mual atau muntah parah
• Sedikit gemetar
• Sulit tidur
• Penurunan berat badan atau kenaikan berat badan yang rendah

Hipotiroid

Gejala hipotiroid mungkin agak rancu dengan gejala kehamilan normal, yaitu meliputi:
• Kelelahan ekstrem dan penambahan berat badan
• Sembelit
• Kesulitan berkonsentrasi atau gangguan memori
• Sensitivitas terhadap suhu dingin
• Kram otot

Penyebab Tiroid Saat Hamil

Penyebab hipertiroid paling umum selama kehamilan adalah penyakit kelainan autoimun (Grave’s disease). Dalam kelainan ini, tubuh membuat antibodi (protein yang diproduksi oleh tubuh saat mengira virus atau bakteri telah menyerang) yang disebut thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI) yang menyebabkan tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid.

Penyebab hipotiroid yang paling umum adalah kelainan autoimun yang dikenal dengan tiroiditis Hashimoto. Dalam kondisi ini, tubuh keliru menyerang sel kelenjar tiroid, menyebabkan tiroid kekurangan sel dan enzim untuk memproduksi hormon tiroid yang cukup.

Risiko Tiroid Saat Hamil

Hipertiroid yang tidak terkontrol selama kehamilan dapat menyebabkan:
• Gagal jantung kongestif
• Preeklamsia—kenaikan tekanan darah yang berbahaya pada akhir kehamilan
• Serangan tiroid mendadak, gejala parah yang memburuk
• Keguguran
• Lahir prematur
• Berat lahir bayi rendah


Beberapa masalah serupa yang disebabkan oleh hipertiroid dapat terjadi pada kasus hipotiroid. Hipotiroid yang tidak terkontrol selama kehamilan dapat menyebabkan:

Preeklampsia
• Anemia—terlalu sedikit sel darah merah dalam tubuh, yang mencegah tubuh mendapatkan cukup oksigen
Keguguran
• Berat lahir bayi rendah
• Kelahiran mati
• Gagal jantung kongestif (jarang terjadi)

Penanganan Tiroid Saat Hamil

Jika ibu hamil tiroid, baik itu yang memiliki riwayat hipertiroid atau hipotiroid sebelumnya, Mama mungkin memerlukan lebih banyak perawatan medis untuk mengendalikan kondisi ini selama kehamilan, terutama pada trimester pertama. Sebab, kadang-kadang kehamilan dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan hipertiroid pada trimester pertama.

Oleh karena itu, sangat penting untuk berbicara dengan dokter jika Mama memiliki riwayat hipotiroidisme atau hipertiroidisme sehingga Mama dapat dipantau sebelumnya, dan selama kehamilan dan perawatan yang disesuaikan jika perlu.

Bagaimanakah Mama mengatasi tiroid saat hamil? Bagikan, yuk!


(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.