Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Gaya Hidup | Jun 1, 2016

Working Mom VS Stay at Home Mom

Bagikan


Keluhan seorang ibu purna waktu yang sulit mendapatkan ‘exit permit’ dari anak balitanya dan suami untuk menonton AADC --- yang secara tak sengaja saya baca di linimasa Facebook --- membuat saya tersenyum-senyum sendiri. Betulkah menjadi ibu bekerja hidupnya lebih enjoyable karena pulang kantor bisa bebas ke sinepleks, tanpa perlu memikirkan siapa akan menjaga anaknya?

Pada kenyataannya, dilema yang dihadapi ibu bekerja sama rumitnya. Bukan sekali dua kali saya mendengar curhatan teman yang mendadak ditinggal baby sitter atau ART nya karena akan menikah. “Rasanya lebih nancep pedihnya waktu si mbak bilang, ‘saya mau menikah’, dibandingkan dengar kata serupa dari pacar yang pindah ke lain hati.”

Saya bersyukur pernah menjalani kedua ‘profesi’ itu. Ibu purna waktu dan ibu bekerja. And I can tell you…dua-duanya tidak mudah.

Sampai si bungsu berusia 3 tahun, barulah saya berkantor purna waktu. Itupun karena didorong faktor krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Jujur, saya tipe ibu yang lebih suka berkarier di rumah sambil memperhatikan perkembangan anak. Itu saya lakoni selama 10 tahun. Bisa dibayangkan seperti apa jungkir-baliknya saya menyesuaikan diri ketika akhirnya harus bekerja di luar rumah.

So, instead of berpolemik tentang siapa yang lebih bahagia antara ibu purna waktu dan ibu bekerja, saya ingin berbagi beberapa tip dan trik yang pernah saya lakukan --- to stay HAPPY --- saat menjadi kedua status ibu yang SAMA-SAMA membanggakan itu.

BE PROFESSIONAL AND STYLISH

Apapun pilihan yang diambil, lakukan dengan professional. Berikut contohnya:

  • Pastikan Anda mengenakan baju yang nyaman, namun tetap membuat Anda terlihat menarik dan bebas bergerak. Tak ada salahnya mengenakan riasan tipis, karena itu akan membuat Anda merasa happy dengan penampilan diri sendiri. Eits…jangan protes dulu dengan bilang ‘Mana mungkin…nggak sempat.” Coba dulu dan rasakan perbedaan feeling-nya setelah Anda mencobanya.

  • Buat tabel kegiatan untuk diri sendiri di telepon pintar Anda. Sekalipun tidak bekerja di kantor, daftar tugas rumah pun harus dibuat membuat time planner kegiatan kantor. Mbak ART atau baby sitter juga dibuatkan jadwal yang sama. Ini berlaku untuk ibu purnawaktu dan ibu bekerja.

  • Jika jadwal sudah dibuat, Anda harus berusaha on-time dan menepati janji. Misalnya, jika ibu purnawaktu berjanji akan mengajak anak pergi keluar, tepati janji itu. Ibu bekerja pun harus berupaya agar tak mengingkari janji dengan alasan sibuk karena pekerjaan.

ME TIME IS A MUST

  • Sewaktu masih menjadi full time mom, saya lebih mudah mengatur me-time saya sendiri. Si kecil saya ajak luluran bersama, atau main-main dengan buih bubble bath saat mandi. Tantangannya lebih besar ketika sudah bekerja. Solusinya, coba pilih kegiatan yang remeh temeh dan tak perlu banyak waktu. Semisal membeli pewarna kuku atau krimbat yang bisa dilakukan di sore hari, sambil belanja kebutuhan rumah.

  • Selain me time, quality time juga penting, terutama bila Anda memiliki lebih dari satu anak. Upayakan setiap anak bisa punya momen ‘berdua mama’ . Pilih aktivitas yang dilakukan berdua saja, sesuai kesukaan anak.

STOP JUDGING OTHER

  • Berhentilah berpolemik tentang siapa yang lebih happy dan unhappy. Asal tahu saja, tak bisa menonton bioskop seleluasa dulu sama tidak enaknya dengan tak bisa buru-buru memeluk si kecil karena tertahan rapat berjam-jam dengan bos.

  • Hargai dan nikmati apapun pilihan Anda. Sering-sering mengobrol dengan ibu-ibu yang berbeda pilihan dengan Anda agar bisa saling bertukar tip dan trik.

  • BE HAPPY --- karena Anda adalah ibu yang mulia. I am so proud of YOU!

Until next time!

Tentang Penulis

Memulai karier sejak tahun 1995 di sebuah grup media ternama di Jakarta, Pangesti 'Chichi' Bernardus konsisten berada di jalur editorial sampai saat ini. Kini dia dipercaya untuk memimpin sebuah majalah bergenre kesehatan, Women's Health dan Men's Health Indonesia. Selain berkecimpung di media, Chichi yang biasa dipanggil Mima oleh keempat anaknya, Bongbong, Kitkit, Lala, dan Meimei juga seorang yogi dan entrepreneur di bidang craft. Chichi adalah pemilik usaha kerajinan Monster bag bernama OMB (Ojo Medheni Bocah) dan Siotjia Djawa --- Chinoiserie by Chichi Bernardus. Oh ya, satu lagi, wanita yang memiliki kediaman di Lenteng Agung ini juga seseorang yang concern dengan aromaterapi. Get updates from Mima Chichi here.

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.