Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Home Decor | Jul 27, 2017

Yuk, Gunakan Barang Antik Sebagai Dekorasi Rumah

Bagikan


 

Apakah Mama senang berburu barang antik saat sedang singgah di suatu kota atau negara? Yup, saat ini hampir setiap kota besar memiliki toko atau pasar barang antik. Ini karena penggemar barang antik semakin banyak, baik dari kalangan muda maupun tua. Menggunakan barang antik sebagai bagian dekorasi rumah pun seakan menjadi tren. 

Barang antik yang dijual di toko pun beragam lho, Ma. Ada toko barang antik tidak hanya menjual barang antik, tapi juga barang yang dibuat antik atau dengan kata lain replika barang antik. Barang yang benar-benar antik biasanya akan memiliki nilai tinggi sesuai keantikannya atau karena memiliki nilai sejarah. Tapi pada barang yang dibuat antik, nilainya tidak terlalu tinggi karena umumnya dibuat dengan tujuan untuk sekedar menjadi hiasan.

Barang antik ataupun barang yang dibuat antik sama-sama layak menjadi aksesori rumah. Semua kembali pada selera Mama. Yang perlu dipikirkan adalah, barang antik seperti apa yang layak dipajang di rumah Mama? Ide berikut mungkin bisa menginspirasi:

  1. Guci

Guci antik yang berasal dari Tiongkok sering dijadikan aksesori di sudut ruangan. Guci sebagai aksesori bisa Mama letakkan begitu saja atau difungsikan sebagai vas bunga atau tempat menaruh payung. Karena rentan pecah, pastikan guci diletakkan di bagian sudut ruangan yang jarang dilewati anak-anak.

  1. Keramik

Keramik yang Mama temui di toko barang antik bisa berupa piring, gelas, vas bunga, atau bentuk-bentuk lainnya. Untuk penempatannya, keramik bisa diletakkan dimana saja tergantung space yang tersedia. Untuk piring, misalnya, selain menggantungnya di dinding, Mama juga bisa memberinya sandaran dan meletakkannya di atas rak.  Koleksi keramik Mama cukup banyak? Belikan lemari kaca khusus untuk memajang keramik-keramik kesayangan. Koleksi keramik jadi lebih aman dan terlindungi dari debu.

  1. Perabot

Membeli kursi, meja, atau lemari antik, boleh-boleh saja, kok. Tapi, sebelum memutuskan membeli perabot antik, pertimbangkan juga kesesuaian perabot tersebut dengan desain rumah secara keseluruhan. Jika rumah Mama berdesain minimalis, perabot antik sebaiknya dipilih yang berukuran kecil (misal, satu buah kursi dan meja ukuran kecil) dan diletakkan di sudut ruangan sebagai elemen. Sedangkan bila desain rumah Mama cenderung tradisional, perabot antik yang besar dan berat boleh dipertimbangkan.

  1. Senjata tua

Fungsinya tentu saja sebagai hiasan, meskipun fungsi aslinya masih bisa dipergunakan. Senjata tua biasanya berbahan besi dan berat, sehingga yang paling baik adalah dengan menggantungnya di dinding atau menyimpannya di lemari khusus. Pastikan peletakkannya jauh dari jangkauan anak-anak, ya.

  1. Barang Elektronik Tempo Dulu

Radio tua, pemutar piringan hitam, pesawat telepon antik, adalah beberapa barang elektronik tempo dulu yang bisa digunakan sebagai aksesoris rumah. Karena usianya sudah tua, benda-benda ini sebaiknya dibersihkan dan dipoles dulu sebelum dipajang. Ingat, yang ingin ditonjolkan adalah keantikannya, bukan keusangannya. 

Berburu barang antik bisa menjadi hobi yang menyenangkan lho, Ma. Yang terpenting adalah sesuaikan dengan ukuran dan desain rumah, ya. Jangan sampai si kecil jadi susah bergerak ke sana ke mari karena rumah Mama penuh dengan guci dan barang antik lainnya.

<VAN>

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.