Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Nutrisi Balita | May 17, 2017

Yuk, Pahami Istilah Pada Label Kemasan Makanan Anak

Bagikan


Makanan dalam kemasan memang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak. Selain jenisnya yang beragam, biasanya makanan kemasan memang memiliki cita rasa yang lebih enak karena bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, penting sekali bagi Mama untuk mencermati kandungan bahan dalam sebuah makanan kemasan, bukan hanya melihat harga atau mereknya.

Menurut Koalisi Advokasi Aliansi Strategis Pangan Sehat dan Kegiatan Lingkungan Amerika berdasarkan hasil penelitian dalam Claiming Health: Front of Package Labelling of Children's Food mengungkapkan bahwa 84% dari produk anak berlabel 'better for you' yang diperiksa tidak memenuhi standar gizi dasar. Temuan yang lainnya diungkapkan bahwa dan 95% dari produk mengandung tambahan gula, 57% memiliki kadar gula yang lebih tinggi dan 53% rendah serat. Selain itu, 53% tidak mengandung buah atau sayuran, 36% tinggi bahan sodium, dan Lebih dari 24% produk adalah makanan siap saji yang tinggi lemak jenuh.

Bahan-bahan Yang Banyak Digunakan Dalam Makanan Kemasan

Ada beberapa bahan, yang sering digunakan dalam makanan kemasan. Beberapa di antaranya sudah dinyatakan aman, dengan takaran tertentu dalam penggunaannya. Berikut ini adalah beberapa contoh bahan makanan yang sering Mama temui:

  • Monosodium Glutamat (MSG)

Inilah bahan yang paling sering ditambahkan dalam makanan kemasan, dan sekaligus paling sering menuai pro dan kontra. Badan Pengwas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada tahun 1995 menyatakan bahwa MSG termasuk sebagai bahan bumbu masakan, seperti halnya garam, merica, dan gula, sehingga aman bagi tubuh. Meskipun begitu, MSG tidak diperbolehkan ditambahkan pada makanan anak. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 69/1999, BPOM Indonesia melarang tegas penambahan MSG pada makanan pendamping ASI maupun susu formula untuk menghindari risiko gangguan kesehatan yang mungkin timbul, karena pencernaan anak-anak yang belum kuat. 

  • Dietary Fiber

Serat yang bisa membantu menurunkan kolesterol. Suatu makanan disebut tinggi serat apabila memiliki 5mg per takaran penyajian. Yang termasuk ke dalam dietary fiber ini adalah biji-bijian, biji gandum, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan.

  • Lecithin

Biasanya ditambahkan ke dalam cokelat dan snack yang dipanggang (cookies misalnya). Lecithin biasanya terkandung dalam kuning telur, kedelai dan ikan.

  • Modified Food Starch

Dibuat dari jagung, kentang, gandum atau jenis tepung lainnya, digunakan sebagai pengental dalam sebuah makanan.

  • Gula

Dalam label makanan, Mama biasa menemukan dua macam gula, yaitu gula alami dan gula tambahan. Ingatlah selalu untuk mengecek jumlah gula yang ditambahkan ke produk makanan atau minuman.

 

Kenali Beberapa Istilah Penting Dalam Label Kemasan Makanan

Selain memahami bahan pembuat makanan, Mama juga harus cermat dalam membaca istilah yang ada dalam label kemasan. Jangan sampai terkecoh dengan beberapa istilah yang terlihat “menggiurkan”. Yuk, simak istilah-istilah berikut ini:

  1. All Natural

Meskipun terdengar sangat alami, namun makanan berlabel all natural ini masih memungkinkan mengandung pengawet, sodium (garam), dan high fructose corn syrup.

  1. Sugar Free

Label ini bukan berarti menyatakan bahwa produk tersebut tanpa gula. Namun biasanya produk sugar free memiliki kadar gula kurang dari 0,5 gr per takaran penyajian.

  1. Gluten Free

Gluten merupakan salah satu jenis protein yang biasa terkandung di dalam gandum hasil persilangan (Triticale), gandum biasa, dan barley. Makanan yang memiliki kemasan bertuliskan gluten-free atau bebas gluten berarti makanan tersebut tidak mengandung protein gluten. Biasanya anak dengan gangguan perkembangan  autisme dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) disarankan untuk mengonsumsi gluten free products.

  1. Istilah Lain Yang Memicu Alergi

Ada pula beberapa bahan yang memicu alergi, sehingga masuk ke dalam label kemasan, yaitu:

  • PF: bebas kacang
  • TNF: bebas kacang tanaman
  • DF: bebas kandungan susu
  • EF: bebas kandungan telur

 

Setelah mengetahui beragam istilah dalam label kemasan makanan anak, apakah Mama jadi lebih jeli dalam memilih produk untuk si kecil? Yuk, berbagai pengalaman di kolom komentar di bawah ini.

<PIA/ARK>

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.